Entri yang Diunggulkan

Cerpen

Assalamualaikum.....  sedikit berbagi, cerpen ini dibuat oleh adikku. Sebenarnya aku tak menyangka sama sekali bahwa cerpen ini dia buat...

Kamis, 30 Maret 2023

Dari Sigadis

Alkisah, dari seorang gadis yang dirundung nestapa oleh asa, taman indah yang ia rawat bertahun harus kering. Dalam langut dan kemelut sang gadis berusaha menepi dalamnya laut.

Sedang bangkit menyadarkan diri, datanglah seorang laki-laki, dengan niat baik ingin berbagi menebar kasih. Sayang benih kasih yang ditebar tak tumbuh lantaran hati sigadis sedang kering dan tandus. 

Sang laki-laki terus menebar dan menyemai tanpa tahu benih hanya terbang di tiup anila kegersangan.

Sampai suatu ketika sigadis, memungut setiap taburan benih kasih tebaran silelaki, lalu membungkus dan memulangkannya. Silelaki mungkin terdayuh, patah dan layu tiada yang tahu.

Seperginya silelaki, sang gadis terus introspeksi apa yang sudah ia lakukan baik bagi diri? Dalam riuh debat sunyi tiba-tiba sebuah lakuna berdebu dengan guguran daun kering tiupan anila, hati sigadis diketuk citta yang datang bergandengan, ada sisa benih yang susah payah mencuat diantara bebatuan hamparan gersangnya lakuna luput dari mata sigadis.

Sigadis ingin menemui silelaki, menawarkan tanah subur pada silelaki. Namun terlambat, silelaki sudah menyemai benih di tanah lain.



Sekiranya, lelaki itu datang sedikit lebih terlambat dari gersangnya hati sigadis, mungkin sigadis dan silelaki akan menuai bersama. *Batin sigadis! 🍃



Tidak ada komentar:

Posting Komentar